Kamis, 23 Juni 2016

Tradisi Mebat

Mebat utawi Ngebat adalah tradisi kebersamaan laki-laki Bali dalam penyelenggaraan persiapan hidangan - hidangan untuk upacara keagamaan, perkawinan, ngaben, dll. Biasanya warga berkumpul untuk membawa sebuah pisau agak besar yang dinamakan blakas / golok untuk proses mebat dan waktu pelaksanaan mebat biasanya pada hari H dini hari.
Dalam proses mebat ada dua tahapan yang dilakukan yaitu pembuatan bumbu dan pengolahan hidangan ( memasak ). Pembuatan bumbu biasanya di sehari sebelum hari H dimana warga laki - laki akan membuat bumbu ( base gede ) dari bahan - bahan di bawah ini :
Bahan base gede
1. Lengkuas 1/4 dari jahe
2. Jahe 1 Kg
3. Kunyit  1/4 dari kencur
4. Kencur 1/2 dari jahe
5. Bawang Merah 1/2 dari jahe
6. Bawang Putih 1/2 dari bawang merah
7. Merica secukupnya
8. Ketumbar secukupnya
9. Cabe merah kecil 1/2 dari bawang merah
10. Daun Ginten 2 lembar
11. Terasi secukupnya
12. Daun jangan ulam 5 lembar
13. Sere satu ikat
Cara membuatnya :
1. Semua bahan dibersihkan dan dicuci dengan air (tanpa sabun)
2. Semua bahan dipotong (ditektek) hingga halus dengan pisau besar (blakas)
3. Setela halus ditumbuk denggan lesung sampai lembut
4. Jika mau langsung dipakai boleh mentah, diisi dengan minyak kelapa sedikit
5. Jika akan dipakai dalam waktu lama, goreng bumbu tersebut menggunakan minyak kelapa sampai matang
6. Setelah setengah matang lalu diangkat dan didinginkan.
Pada hari H hari ( sekitar jam 3 pagi ) proses persiapan pembuatan hidangan dilaksanakan yang menghabiskan waktu sampai 5 jam untuk memasak mengolah daging ( Daging babi). Dan bahwasanya jenis hidangan/olah-olahan yang terdapat dalam upacara adat Agama Hindu khususnya di Pulau Bali dapat dibeda-bedakan dalam tiga jenis seperti:
Jenis olahan kering, dalam jenis ini kita dapati bentuk seperti :
Sesate, Gorengan, Brengkes, Urutan, Lempet.
Jenis Olahan yang Lembab, dalam jenis ini kita dapati bentuk seperti :
Lawar, Tum, Balung, Timbungan, Oret, pademare.
Jenis Olahan yang Cair, dalam jenis ini kita dapati dalam bentuk :
kekomoh, Ares.
Dalam rangkaian mebat ada seorang chef yang disebut dengan Belawa. Tugas Belawa ini adalah memastikan bahwa bumbu yang dibuat sesuai dengan daging yang diolah. Selain itu juga ia harus membuat olahan / hidangan apa saja yang harus di buat agar sesuai dengan daging yang ada. Serta memastikan kwantiti dan kwalitas rasa hidangan agar para undangan maupun orang yang menikmati hidangan merasa puas.
Sesuai dengan ageman lontar dharma caruban sebagai pedoman yang telah digunakan oleh para leluhur kita dari jaman dahulu disebutkan: Hendaknya beburon termasuk perlengkapan lain sebagai bahan olahan sebelumya didoakan terlebih dahulu agar dengan hati suci, semoga jiwa raganya mendapat kemajuan ketempat yg lebih tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar